Part 2 : Yogyakarta-Solo Balapan-Semarang Poncol
Jumat, 29 Juli
2007 sekitar pukul 08.30 WIB kami cek out dari hotel. Setelah sarapan pagi di depan
Stasiun Tugu sebelah selatan, kami bersiap untuk memulai rute yang kedua yakni
YK-SLO-SMC. Dari YK kami
naik KRDE Pramex tujuan SLO. Sebelum naik ke KRDE Pramex, kami hunting dulu
sebentar diseputaran Stasiun YK Dipagi yang cerah itu tampak
lok CC20102 lagi langsiran gerbong TTW yang dibelakangnya gandeng juga dengan
lok CC20130 dari dipo kereta ditarik ke arah barat. Dari jauh kami melihat lok
yang selesai di PA di Balai Yasa Pengok, kami penasaran lok CC203 seri berapa ya?
Eh ketika di dekati ternyata lok CC20306 dan yang lebih mengejutkan kami,
ternyata setelah di PA lok tersebut berpindah basis jadi kepunyaan Dipo
Jatinegara (JNG).
Pukul 08.54 WIB
KA Ketel masuk jalur 5 ditarik lok CC20142, setelah itu pukul 09.00 WIB
berbarengan dengan lok CC20306 yang dinas narik KA ketelan milik PT KAI, kami
menuju Dipo Yogyakarta. Setelah minta izin sama orang-orang di dipo, kami
hunting di sekitar dipo. Di dipo tampak lok CC20323 lagi stabling akan dinas
narik KA Taksaka Pagi, sedangkan lok CC20148 dan CC201xx lagi dalam perbaikan. Setelah
puas foto-foto, kami bergegas menuju stasiun berbarengan dengan keluarnya lok
CC20323. Pukul 09.33 WIB, KA Taksaka Malam datang dari Gambir (GMR) ditarik Lok
CC20145 dan masuk jalur 5.
Ketika lagi asik-asik
motret, eh ada yang celingak-celinguk, tadinya aku mau tanya duluan, tapi nggak
enak, jadinya dia yang nanya duluan ke Rizky. Ternyata dia adalah Anton dari IRPS YK dengan tendernya. (hee.hee.hee. ). Pukul 09.37 WIB KRDE Pramex datang dari SLO,
setelah penumpang dari Slo turun, kamipun naik ke KRDE. Pukul 10.00 WIB KRDE diberangkatkan.
Tak banyak yang bisa diceritakan keadaan didalam KRDE. Dasar gila sepur,
didalam KRDEpun kami jepret sana jepret sini, banyak
orang yang memperhatikan tingkah polah kami ini. Pukul 11.00 WIB kami tiba di
Stasiun SLO, kamipun turun.
Setelah turun,
kami hunting. Tampak di jalur 3 lok D30155 langsiran rangkaian KA Senja Utama
Solo untuk dimasukkan ke dipo kereta. Ketika kami lagi hunting, gabung lagi
seorang temansyaitu Ainur Rony maka makin ramailah Stasiun SLO dengan ulah
kami. Pukul 11.10 WIB KA Argo Wilis datang dari Surabaya ditarik lok CC20408. Setelah
berhenti sebentar, KA Argo Wilis diberangkatkan kembali menuju BD. Selang 20
menit kemudian KRDE Pramex datang dari Solo Jebres (SK).
Setelah KRDE
Pramex berangkat menuju YK, kami keluar stasiun untuk mencari masjid guna
menunaikan sholat Jumat. Setelah selesai sholat Jumat, kami langsung beli tiket
KRD Pandanwangi tujuan SMC. Pukul 13.00 WIB kami menyempatkan diri ke dipo lok
dan kereta SLO. Belum sampai dipo, tiba-tiba serine perlintasan berbunyi, "Wah
KRD Pandanwangi pasti datang nih dari Purwosari", gumamku. Dan ternyata benar,
akhirnya kami lari tunggang langgang balik arah menuju stasiun, kasihan temannya
mas Anton ikut lari dengan para edan sepur!
Tiba di stasiun
dengan nafas ngos-ngosan, kami masuk ke dalam gerbong KRD yang hanya terdiri
dari 2 gerbong. Pukul 13.30 WIB KRD Pandanwangi diberangkatkan dari jalur 1
menuju SMC, sayang mas Rony dan mas Anton serta tendernya tidak ikut serta ke
SMC. Selama diperjalanan kami juga melakukan biasa hunting. Mas Pura, Bagus dan
Rizky di gerbong depan sedangkan saya dan Aryo di gerbong belakang.
Pukul 13.50 WIB
tiba di Stasiun Kalioso (KO), pukul 14.00 WIB tiba di Stasiun Saleem (SLM), pukul
14.10 WIB tiba di Stasiun Sumberlawang (SUM), pukul 14.17 WIB tiba di Stasiun
Goprak (GPK) dan pukul 14.25 WIB tiba di
Stasiun Gundih (GD). Cukup lama KRD berhenti di stasiun ini, kesempatan ini tak
disia-siakan oleh kami. Kami semua turun untuk hunting sebentar di seputaran
stasiun ini.
Ternyata di
Stasiun Gundih jalur KA bercabang, emplasemen barat jalurnya lurus menuju
Semarang lewat Kedungjati (KEJ) lalu bertemu dengan jalur utama Pantura di
Stasiun Brumbung (BBG), sedangkan emplasemen timur jalur KA menuju Surabaya dan
bertemu dengan jalur utama Pantura di Stasiun Gambringan (GBN). Di stasiun ini
terdapat juga lok D30125 milik dipo Cepu. Pukul 14.30 WIB KRD diberangkatkan
kembali.
Pukul 14.43 WIB
KRD tiba halte Jambean, Pukul 14.48 WIB tiba di Stasiun Karangsono (KSO), Pukul
14.58 WIB tiba di halte Jetis (JS) dan akhirnya KRD berhenti di Stasiun Telawa (TW)
pukul 15.10 WIB masuk jalur 1. Tampak di jalur 2 rangkaian KLB rel dan kricak
yang ditarik oleh Lok CC201127R. Rangkaian KLB ini terdiri dari gerbong KKBW
eks Padang yang
telah dirubah ganconya menjadi ganco otomatis. Ketika diberangkatkan, ternyata
gerbong KKBW ditinggal di stasiun ini dan hanya membawa gerbong PPCW dan TTW. Setelah
selesai menaikkan penumpang KRD diberangkat kembali.
Pukul 15.29 WIB
tiba di halte Gedangan (GDN) dan pukul 15.40 WIB tiba di Stasiun Kedungjati (KEJ). Ketika tahu bahwa itu Stasiun KEJ, kami langsung semburat
turun dari KRD untuk hunting moment tersebut, si Rizky eh….malah tidur. Tak banyak
yang bisa kami foto di stasiun bersejarah ini, akibat keterbatasan waktu. Menurut
Aryo emplasemen arah Ambarawa tersebut terdiri dari 3 jalur. Pukul 14.45 WIB
KRD Pandanwangi diberangkatkan. Pukul 16.02 WIB tiba di Stasiun kedua yang
dibangun oleh Belanda yakni Stasiun Tanggung, setelah berhenti sebentar KRD
diberangkatkan kembali.
Pukul 16.22 WIB
KRD tiba di pertemuan dengan jalur utama yakni Stasiun BBG. Di stasiun ini kami sempat liat lok BB20121 lagi dinasan narik gerbong
TTW yang lagi di isi oleh Pasir. KRD berjalan langsung di Stasiun
Alas Tuwa (ATA) pukul 16.31 WIB dan akhirnya tiba di Stasiun Semarang Tawang (SMT)
pukul 16.42 WIB. Antara Stasiun ATA-SMT di kiri kanan jalur KA digenangi oleh
air ROB (bukan eyang Rob ya).
Suasana sore itu
tampak ramai sekali, di jalur 3 rangkaian KA Senja Utama Semarang sudah disiapkan,
dan di jalur 5 ada penampakan, ternyata lok yang selama ini ingin di liat yakni
lok BB20029 yang kata Mas Nugroho Wahyu Utomo atau lebih dikenal dengan
panggilan Mas NWU standby di Stasiun SMT. Setelah KA Argo Bromo Anggrek masuk
jalur 1, KRD di berangkatkan menuju Stasiun SMC dan akhirnya kami tiba di
Stasiun SMC pukul 16.55 WIB.
Ketika melewati
dipo, tampak ada beberapa orang lagi hunting dan ternyata rekan-rekan IRPS
SEMAR. Tadinya dari stasiun kami akan berjalan kaki menuju Dipo SMC, tapi karena
KRD Pandanwangi Akan masuk dulu ke dipo, maka kami naik lagi ke dalam KRD. Tiba
di dipo kami langsung beramah tamah dengan teman-teman IRPS SEMAR, lalu setelah
itu ke mushola dipo untuk menunaikan sholat ashar.
Setelah sholat
Ashar, kami langsung memotret beberapa lok yangterdapat di depo SMC, seperti
BB20023 yang kata Mas NWU akan dicat kuning ijo, CC20129, D30159 yang tengah
langsiran narik rangkaian ketel HSD. Pukul 17.37 WIB lok CC201127R yang tadi
siang ketemu di Stasiun TW melintas di samping dipo, lkami juga melihat rangkaian
KRD Pandanwangi yang tadinya terdiri dari 2 gerbong, gerbong depan dilepas lalu
gerbong belakang (arah timur) eks Pramex, digandeng dengan 2 gerbong KRD punyanya
SMC.
Setelah
menunaikan sholat Maghrib, kami bergegas menuju Stasiun SMC. Suasana malem itu
ramai oleh penumpang, kereta dan lok. di jalur 2 terdapat rangkaian KA Fedder
Bojonegoro yang ditarik lok BB20013, di jalur 5 KA Antoboga yang ditarik lok
CC20124 punya dipo CN, trus lok CC20173, CC20197 yang telah selesai narik KA Rajawali
dan akan masuk dipo dulu sebelum dinas lagi narik KA Harina. Di jalur 3 rangkaian
KA Tawang Jaya entah di tarik lok apa. Setelah KA Antaboga diberangkatkan
menuju Surabaya,
akhirnya satu persatu teman-teman IRPS SEMAR pamitan, dan kamipun pukul 19.30
WIB meninggalkan Stasiun SMC untuk mencari tempat penginapan. Sambil berjalan
kaki menyusuri Jl. Imam Bonjol, Akhirnya dipilihlah Hotel Arjuna.
Setelah selesai mandi
dan menunaikan sholat Isya di mushola hotel, kami keluar untuk menikmati
suasana malam di Kota Semarang. dari depan hotel kami sewa angkot
menuju Simpang Lima, sayang Mas NWU nggak ikut, kata Bagus beliau pulang dulu
ke rumahnya untuk ambil sesuatu. Dalam perjalanan ke Simpang Lima, kami turun
dulu di Jl. Padanaran untuk beli oleh-oleh. Tiba di Simpang Lima , kami cari tenda lesehan dan memesan
makanan khas Kota Semarang. Setelah puas makan minum, pukul 22.00 WIB kami
kembali ke hotel. Di hotel tersebut kami menyewa 2 kamar, masing-masing di isi
3 orang, saya, Mas Pura dan Aryo sedangkan Mas NWU, Bagus dan Rizky dikamar
yang lainnya.
bersambung…….
Posted by asep
Part 1 :
Bandung-Yogyakarta
Kamis, 28 Juni 2007 IRPS
BD yang terdiri dari Asep, Mas Pura, Aryo dan Rizky mengadakan acara Railtracking
mengitari setengah pulau Jawa dengan naik KA rute yang kami pilih adalah Bandung
(BD)-Yogyakarta (YK)-Solo Balapan (SLO)-Semarang Poncol (SMC)-Tegal (TG)-Cirebon
(CN)-Bandung (BD). Pukul 19.20 WIB kami berkumpul di Stasiun Kiaracondong (KAC).
Rute pertama adalah KAC-Lempuyangan (LPN). Dari Stasiun KAC kami naik KA Kahuripan.
Pukul 19.30 WIB KA Kahuripan berangkat meninggalkan Stasiun KAC ditarik lok CC20195.
KA pada waktu itu tidak terlalu padat.
Pukul 19.50 WIB kereta
berhenti di Stasiun Rancaekek (RCK), Pukul 20.00 WIB KA tunggu bersilang dengan
KA Argo Wilis di Stasiun Cicalengka (CCL), di Stasiun Nagrek (NG) bersilang
dengan KA Lodaya dari Solo Balapan, di Stasiun leles (LL) bersilang dengan KA
Pasundan dari Surabaya. Cukup lama kami menunggu KA Pasundan di stasiun ini,
akhirnya nongol juga ditarik CC20169. Karena kecapaian akhirnya kami tertidur
dan bangun-bangun ketika kereta tiba di Stasiun Cipeundeuy (CPD) dan ternyata
KA bersilang dengan KA Serayu. Antara CPD-Banjar (BJR) kami tertidur lagi dan
terbangun nggak tahu pukul berapa sudah tiba di Stasiun BJR. Tadinya Aryo dan Rizky
mau turun dulu motret dipo, tapi ketika melihat gerbong penuh penumpang sampai
bordes-bordesnya akhirnya mereka mengurungkan niatnya.
Pukul 00.30 WIB KA
Kahuripan ditahan cukup lama di sinyal muka Stasiun Langen (LN), dan bisa masuk Stasiun LN. Pukul 00.55 WIB. Di stasiun ini KA di susul oleh KA Lodaya Malam. Pukul 02.05
WIB di Stasiun Gandrungmangun (GDM) silang dengan KA Lodaya Malam yang datang
dari SLO, pukul 03.21 WIB KA Kahuripan tiba di Stasiun Kroya (KYA).
Suasana di Stasiun KYA dinihari itu ramai sekali. Kami
melihat di jalur 1 KA Sawunggalih Utama tujuan Kutoarjo (KTA), dan KA Kahuripan
yang saya tumpangi jalur 3. Selang 5
menit masuk KA Kahuripan dari Kediri ke jalur 2 ditarik oleh CC20168. tak lama KA Sawunggalih diberangkatkan. Pukul
03.35 WIB Kahuripan diberangkatkan dan masuk Stasiun Kemrajen (KJ) pukul 03.51
WIB dan tunggu silang dengan KA Turangga. KA Turangga berjalan langsung di
jalur 2 ditarik lok CC2040x (yang jelas hidung miring). Di Stasiun Sumpiuh
(SPH) KA bersilang lagi tapi entah dengan KA apa (maklum bangun tidur).
Pukul
05.03 WIB Kahuripan tiba di Stasiun KTA. Karena di Stasiun ini saya nggak
ngantuk lagi (udah kenyang tadi tidur), maka saya memutuskan untuk diam di
bordes. Sepanjang perjalanan antara
KTA-Wates (WT) saya liat double trek hampir rampung, hanya dibagian pas
perlintasan sebidang rel belum tersambung. Akhirnya KA Kahuripan tiba di
Stasiun LPN pukul 06.30 WIB. Setelah beristirahat sebentar, kami hunting dulu
sebelum berjalan menuju Stasiun YK untuk menemui Bagus yang
kebetulan bergabung di YK. Pukul 07.30 WIB kami tiba di hotel tempat Bagus
menginap dan ikut beristirahat sejenak sambil mandi pagi.
bersambung…….
posted by asep
Idul Fitri tahun kemarin aku menunaikan Sholat IED di Kampus ITB. Memang tiap tahun tempat ini dijadikan tempat untuk Sholat IED. Kenapa aku Sholat IED di kampus ITB??? Karena jarak rumahku dengan kampus ITB hanya 100 meteran.
Biasanya lapangan yang dipakai untuk Sholat IED kalau tidak di Aula Barat ya di Aula Timur. Tapi udah 2 tahun ini lapangan basket yang terletak di dalam kampus tersebut sering digunakan untuk sholat IED.
Dulu sewaktu aku kecil kampus ITB ini adalah tempat bermain bersama teman-temanku bahkan kalau hari minggu banyak masyarakat yang berolahraga didalam kampus ini. Sekarang sudah banyak yang berubah di dalam kampus ini. Dulu di dalam kampus ini terdapat lapangan sepakbola, taman dan bioskop kampus.
Sekarang kenangan itu udah tidak ada, kini lapangan tersebut telah dipindahkan ke jalan Tamansari dan sekarang orang lebih mengenalnya dengan lapangan SABUGA. Kini bekas lapangan di dalam kampus telah berubah menjadi sebuah bangunan berlantai 4, tamanpun demikian, hanya bioskop yang aku tidak tahu nasibnya kini.
Tetapi tidak semua fasilitas olahraga yang dulu ada di dalam kampus hilang, seperti lapangan basket dan lapangan tenis yang masih ditempat yang sama. Di kampus ini juga sering sekali di adakan acara pagelaran musik, biasanya kalau tidak dilapangan basket ya
di pintu masuk ITB jalan Ganesa. Aku sering nonton pagelaran musik tersebut. Dulu sebelum group musik cewek SHE tenar, mereka sering manggung setiap kampus ini mengadakan event musik, dulu juga waktu group musik SEURIUS belum tenar juga sering manggung disini. Pokoknya setiap group musik pernah manggung di kampus ITB ini.
Ah…..bagaimanapun kampus ini takkan bisa lepas dari kenanganku, karena sejak dari kecil hingga punya bontot aku masih tetap main ke kampus ini, walaupun aku ndak pernah kuliah di kampus ini.
Posted
by asep